Event " Pernikahan "
"Dan
diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tentram dan
dijadikan-Nya diantara kamu kasih sayang. sesungguhnya itu merupakan
tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir" EVENT ‘MITONI’ (SYUKURAN TUJUH BULANAN) ORANG HAMIL
- Pepes Tempe
- Pepes Kentang
- Pepes Sayur Pare
- Pepes Sayur Kubis
- Pepes Kacang Kedelai
- Telur Ayam Jawa 7 Butir
- Nasi Tumpeng
Setelah semua makanan dibagikan kepada tetangga, kemudian pada malam harinya tuan rumah mengadakan kenduri (kendurenan) yang mengundang sanak saudara serta mengadakan doa bersama yang dipimpin oleh seorang kyai.
Upacara Adat Rabo Pungkasan Desa Wonokromo Pleret Kab. Bantul
Create by : M. Nor Tamyis
Kirab Budaya HUT Kab. Pacitan
Kemeriahan hari jadi Kabupaten Pacitan yang ke-271 tahun 2016 ini
benar-benar sangat terasa. Puncaknya bisa dilihat, kamis (19/2/2016) . Setelah menjalani berbagai kegiatan, termasuk pisowanan agung dan
pagelaran wayang kulit sebagai puncak acara Hari Jadi Kabupaten Pacitan
yang ke-271 tahun.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut para tokoh Pacitan, diantaranya
adalah Bupati Pacitan Indartato beserta istri, Wakil Bupati Pacitan
Soedjono, Sekretaris Daerah Pacitan Suko Wiyono, Ketua DPRD Pacitan
Ronny Wahyono beserta istri, Wakil Ketua DPRD Pacitan Gagarin,Forpimda,
seluruh Camat, Kepala Desa se Kabupaten Pacitan dan sejumlah tokoh dan
sesepuh Kabupaten Pacitan lainnya .
Bupati Pacitan, Drs. H. Indartato, MM dalam sambutannya mengajak kepada
segenap masyarakat Pacitan untuk meneladani para pendahulu di Kabupaten
Pacitan dengan cara mikul dhuwur mendhem jero.
Hal itu disampaikan orang nomor satu di Pacitan ini saat menyampaikan
sabdotomo atau pidato utama dalam pagelaran kirab budaya Hari Ulang
Tahun Kabupaten Pacitan (HUT) yang ke-271 yang digelar di Pendopo
Kabupaten Pacitan .
Dalam pidato yang berbahasa jawa tersebut, Indartato mengajak segenap
masyarakat Pacitan meneladani apa yang dilakukan para sesepuh dan para
pendahulu di Kabupaten Pacitan. Secara harfiah, makna mikul dhuwur
mendhem jero sendiri dapat diartikan sesuatu yang harus dijunjung tinggi
dan ada yang harus ditanam dalam-dalam.
“Lelakon para sesepuh ngantos jejering bupati Pacitan kathah rintangan,
pramilo mugiyo kito tansah mikul dhuwur mendhem jero, menjadi pelayan
ingkang sae kagem masyarakat, anggayuh Pacitan ingkang sejahtera lan
kerto raharjo,” paparnya saat menyampaikan sambutannya.
Dalam acara ini sendiri, kirab budaya menjadi acara puncak peringatan
Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke 271, dengan diawali dari prosesi kirab
kereta kencana yang diiringi, 271 pasukan tombak, pasukan pedang,
pasukan pataka, musik pengiring, kemudian 15 dokar dan tidak ketinggalan
gunungan pace.
Prosesi acara sendiri diawali dengan arak – arakan Bupati Indartato
hingga sampai ke Pendopo Pacitan, kemudian acara Sabdotomo, dan
dilanjutkan dengan adat rebut buceng dan makan nasi tempelangan bersama
warga Pacitan.
![]() | ||||||||||||||||
| Prosesi Kirab budaya |
Create by : Diyah Wulandari











